Rabu, 20 Agustus 2014

Jual alat makan unik antik dari batok kelapa







Baru !!!!!
Kerajinan peralatan makan koleksi  dari "Etnis Batok Kelapa" menemani santap makan anda dan buah hati menjadi semakin berkesan dan  bahagia.Tampil elegan dengan nuansa tradisional dengan coklat alami khas batok kelapa
segera dapatkan produk unik ini dengan harga yg sangat terjangkau.
Kode pemesanan : 
1. Mangkok Supit ( MS )
2.Pengaduk Es ( PE )
3.Sendok Bebek ( SB )
4.Entong Nasi ( EN )

Dan selamat berkreasi dengan gaya elegan unik dan tradisional !!!!!
Cara pemesanan sangat mudah cukup dengan : 
SMS : Ketik ( Nama pemesan + Kode Pemesanan + Jumlah Pesanan + Alamat Pemesan )
CONTOH : ( Masnono, MS , 2 buah, desa jatirowo rt.4 rw.3 mojokerto )
Setelah SMS terkirim akan kami balas dengan jumlah harga plus ongkir dengan no. rekening admin 
Kirim ke 0877 44 88 1698

SELAMAT BERBELANJA !!!!

Jual Lampu tidur dari batok kelapa



Baru !!!!!
Dengan lampu tidur koleksi  dari "Etnis Batok Kelapa" menemani tidur anda dan buah hati menjadi semakin berkesan dan  bahagia.
segera dapatkan produk unik ini dengan harga yg sangat terjangkau.
Kode pemesanan : 
1. Lampu Jerapah ( LJ )
2. Lampu Kodok ( LK )
Dan selamat bermimpi !!!!!

Cara pemesanan sangat mudah cukup dengan : 
SMS : Ketik ( Nama pemesan + Kode Pemesanan + Jumlah Pesanan + Alamat Pemesan )
CONTOH : ( Masnono, LJ , 2 buah, desa jatirowo rt.4 rw.3 mojokerto )
Setelah terkirim akan kami balas dengan jumlah harga plus ongkir 
Kirim ke 0877 44 88 1698




PROFIL PENGUSAHA SUKSES KERAJINAN BATOK KELAPA






Keinginan kuat untuk mandiri, memotivasi Subkhan Nurtaufiq (41) menekuni dunia wirausaha dibandingkan harus menjadi pekerja (buruh) seperti kebanyakan pemuda lain di kampungnya. Dengan modal ‘nekat’, Nurtaufiq yang baru lulus dari sekolah menengah kala itu memberanikan diri mengkreasi limbah kelapa (batok) menjadi produk kerajinan yang unik. Cibiran yang datang dari masyarakat sekitar terkait pilihan hidupnya itu justru makin membulatkan tekad Nurtaufiq muda untuk membuktikan diri bahwa batok bisa mengantarkannya menjadi pengusaha sukses.

Tahun 1992 menjadi titik awal bagi Nurtaufiq memperoleh ilham membuat kreasi dari batok kelapa. “Ketika itu saya jalan-jalan di Malioboro, di situ saya mengamati banyak kreasi kerajinan sederhana yang laku (laris), dimana salah satunya adalah gantungan kunci dari batok kelapa, kemudian saya bertekad bahwa saya juga harus bisa membuatnya,” jelas Nurtaufiq kepada tim liputan bisnisUKM, Jumat (3/3). Berbekal peralatan seadanya, Nurtaufiq kemudian memulai membuat aneka jenis gantungan kunci dari batok kelapa di rumahnya Santan Guwosari Pajangan Bantul. ‘Cumplung Aji’ menjadi pilihan nama usaha yang dipilih Nurtaufiq dalam memasarkan produk kreasinya itu.
gantungan kunci batok 200x155 Kerajinan Batok Kelapa Cumplung Aji Kualitas EksporBeragam kreasi gantungan kunci itu dipasarkannya di Malioboro. Namun, hasil kerja kerasnya kala itu ternyata tidak sebanding dengan kenyataan yang diperolehnya di lapangan. “Saya menjualnya dengan harga Rp.500,00/pcs, namun hanya ditawar Rp.300,00/pcs oleh pembeli, kondisi demikian terjadi sekitar tahun 1992 sampai dengan 1994” keluhnya. Situasi tersebut lantas membuat Nurtaufiq berfikir keras bagaimana memperoleh pasar yang lebih baik. Alhasil, berbekal informasi yang ada, dirinya mulai rajin ikut serta dalam beberapa pameran yang diselenggarakan skala lokal maupun nasional. Dari situlah, produk kreasinya mulai dilirik konsumen (buyers) dari pasar nasional dan mancanegara.
Puncaknya, pada tahun 1996 Nurtaufiq memperoleh pesanan dari Canada berupa alat musik maracas sebanyak 700 pcs, seharga Rp.8.000,00/ pcs. “Itu terjadi ketika saya mengikuti pameran di salah satu hotel di Jogja, dari situlah saya berfikir untuk merubah orientasi pasar saya ke pasar ekspor dimana mereka lebih menghargai kreasi seperti ini (kerajinan batok) dibandingkan pasaran lokal yang saat itu persaingannya tidak sehat,” ujar alumni jurusan peternakan Unwama Jogja tersebut. Sejak itulah, Cumplung Aji melayani 75% pasaran ekspor, sementara untuk pasaran lokal hanya 25%.
Peralatan Makan 200x159 Kerajinan Batok Kelapa Cumplung Aji Kualitas Ekspor
Permintaan yang semakin tinggi membuat Nurtaufiq mulai berfikir untuk merekrut karyawan dalam jumlah besar. “Saat itu ada 8 orang tenaga produksi awal yang bekerja dengan saya, dan saya sebut mereka sebagai karyawan inti, karena ketika ada pesanan dalam jumlah besar, tenaga saya bisa sampai 50’an orang, dengan sistem borongan,” jelasnya. Selain gantungan kunci yang menjadi ‘cikal bakal’ lahirnya Cumplung Aji, saat ini tidak kurang terdapat 200’an jenis kreasi produk yang mereka produksi, dimana semuanya berbahan dasar batok kelapa. Beberapa diantaranya sendok, garpu, piring, gelas, teko, mangkok, hiasan dinding, sumpit, dll.g baru lulus dari sekolah menengah kala itu memberanikan diri mengkreasi limbah kelapa (batok) menjadi produk kerajinan yang unik. Cibiran yang datang dari masyarakat sekitar terkait pilihan hidupnya itu justru makin membulatkan tekad Nurtaufiq muda untuk membuktikan diri bahwa batok bisa mengantarkannya menjadi pengusaha sukses.
( Artikel di ambil dari liputan Bisnis UKM )